Senin, 21 Maret 2011

TOTAL TRAGEDY


TOTAL TRAGEDY tampil pertama kali di event Pensi (Pentas Seni) Maret 1999, di SMU 13 Surabaya. Waktu itu mereka masih duduk di kelas 2 di SMU tersebut. Formasi awal Total Tragedy adalah : Harru TT (Vocal/Growl), Martha (Female V ocal), Samsul (Guitar), Wisnu (Guitar), Richard (Bass), Taufany (Keyboard) dan Eko (Drum). Dalam event itu mereka membawakan lagu-lagu dari Within Temptation dan Theatre of  Tragedy dengan style Gothic/Doom Metal, memadukan vocal growl dan female voice. Setelah 'debut gig' tersebut, mereka melanjutkan mengikuti event-event dalam scene Underground baik di Surabaya sendiri, juga di seputaran Jawa Timur dan Jawa Tengah.


Di sela-sela aktifitas, mereka merekam beberapa lagu untuk dirilis dalam demo dengan single "Sinar Batas Sepi" dan "Kiss Of  Death" di pertengahan tahun 2000. Selanjutnya mereka melengkapi materinya hingga me-rilis debut album "Every Story Has A Glory" di tahun 2001. Dengan modal album tersebut, mereka semakin bersemangat untuk melakukan promo dan konser.

Dari album itu pula, lagu "Tenggelam Ditelan Duka" terekam dalam Kompilasi "Legion Timur" dan lagu "Hampa Kumenanti" di Kompilasi "Metalik Klinik 5". Kedua kompilasi tersebut dirilis oleh Rotorcorp, label indie Underground, dan distribusi nasional oleh Musica Studio pada tahun 2001 dan 2002.

Dalam beberapa waktu kemudian, mereka ikut meramaikan launching "Metalik Klinik 5" di GOR Bulungan Jakarta. Serta berikutnya ikut konser siaran langsung nasional dengan tajuk event "GO ROCK" di TVRI Jakarta sekitar bulan April 2002, beserta band brutal death GODZILLA dan Toilet Sounds yang grunge.

Jeda beberapa konser, mereka merekam album kedua "Heaven" yang dirilis pertengan tahun 2002 dengan formasi Harru TT (Vocal/Growl), Martha (Female Vocal), Samsul (Guitar), Richard (Guitar), Ao (Bass), Adi (Keyboard) dan Eko (Drum). Sama seperti pada album yang terdahulu, semua lirik dikerjakan oleh Harru TT, dibantu oleh Yoyok. Demikian pula dengan semua lagu ditulis oleh Harru TT dan Martha. Sedangkan untuk musik dan aransemen dikerjakan bersama. Di album ini, menghasilkan single "Maria" yang cukup banyak direquest oleh para peminat Total Tragedy. Di masa ini, mereka juga mengikuti banyak konser diantaranya "Hitam-Hitam on Stage" di Jakarta (oleh VR Ent), "Monster of Rock" (oleh Mipro) di kawasan Jawa Tengah serta "Sounderground" (oleh Metallium Prod) di kawasan Bali.

Ada suatu masa, dimana mereka mengalami beberapa problem, sehingga berpengaruh pada line-up personilnya. Akhirnya mereka tinggal berempat, Harru TT (Vocal / Penulis Lirik & Lagu), Adi (Guitar & Penulis Musik), Samsul (Guitar) dan AO (Bass). Sedangkan dalam melakukan kegiatannya, mereka banyak dibantu oleh Agro (Drum), Marchell (Keyboard) dan Ani (Female Vocal). Apapun kondisinya, kreatifitas tetap berjalan, Harru TT segera menulis Lirik dan lagu, bersama Adi yang mengerjakan semua musiknya. Sehingga dalam sesi ini, hampir bisa dikatakan dalam kendali Harru TT dan Adi hingga mereka masuk studio rekaman. Album "Labyrinth", dirilis akhir tahun 2006. Produksi dan distribusi secara independent tetap dibawah SonnenGott Musik, label dan manajemen sejak mereka terbentuk. Market pun diperluas, SonnenGott Musik juga mendistribusikan album digitalnya lewat internet (apple/iTunes) sehingga bisa

METAL NO ANTI TUHAN

Adalah terlalu picik jika personil underground diidentikkan dengan orang-orang yang jauh dari kasih sayang, jauh dari nilai-nilai religiusitas, atau bahasa "kasar"nya Anti-Tuhan...!

Musiknya maupun kostum n' cover albumnya memang bikin ngeri, merinding, tapi ketahuilah... bahwa dibalik kengeriannya itu, tersimpan semangat untuk menjaga tali silaturrahim antar komunitas underground!

Lagu-lagu yang diteriakannya pun merupakan bentuk resistensi dengan keadaan, dalam hal ini hegemoni penguasa.

Bukti mereka [personel+fans undeground] masih n' tetap religius, dalam beberapa konser underground yang rutin diadakan tiap tahun, yakni Jogja Brebeg, Gombong Sumeng, dan Semarang Gragh. Selalu didapati ketika berkumandang adzan, waktu itu adzan tuk sholat dzuhur n' ashar...semua yang ada pada berhenti dan melaksanakan sholat berjama'ah [kecuali yg non-muslim]. Wktu di Semarang, malah yang bertindak sebagai imam shalat yakni vocalisnya Santet Purwokerto, Budi Black Ustadz

SANTET


OFFICIAL ALBUM RELEASE
Judul: BABAD KULTUS SIHIR
Record Label: Master Of Disharmony
Rilis: Tahun 2003
Produser: SANTET
Track:
1. Spiritual Grave Domain
2. Prasasti Pendosa
3. Singgasana Kabut Darah
4. Kultus Sihir
5. Terror Kebatilan
6. My Name Is Santet
7. Roh Roworontek
8. Belis Berholo Jiwo
9. Hallowed By Thy Name* ( Tribute To Iron Meiden)
10. Summer Dying Fast** ( Tribute To Cradle Of Filth)
11. Dawn Of Eternity*** ( Tribute To Masacre)
------------------------------------------------

Judul: Santet/Mourning Beloveth "PENDULUM NEROKO JAHANAM"
Record Label: Prapatan Rebel
Rilis: Tahun 2003
Produser: SANTET
Track:
SANTET
1. Pendulum Neroko Jahanam
2. Sangkakala Sandhekala
3. The Black Fucking Mists
4. Vision The Howling Tragedy
5. Holy Grave Majestic

MOURNING BELOVETH (Taken From The Album "DUST")
1. The Mountains Are Mine
2. In Mourning My Days
3. Autumnal Fires
4. Dust
5. All Hope Is Pleading

metal sak modare

SIAPA bilang scene musik Metal di Jogja udah almarhum alias tamat?

Jogja Corpse Grinder (JCG) hari Minggu (9/7) kemarin malah lagi kenceng-kencengnya punya acara. Lewat even dengan tajuk “Metal Sak Modare” ini, usia JCG yang ke 15 tahun jadi lebih berarti. Lewat even ini, mereka pengen ngebuktiin ke khalayak luas, kalo scene musik Metal Jogja tuh bener-bener belum abis.

Raungan musik-musik cadas dan ekstrim pada Minggu malam lalu bergemuruh dan mengguncang Bunker CafĂ©. Lima belas band ganas JCG dari yang ber-genre Doom/Gothic Metal, Black Metal, Death Metal hingga “Metal masa kini” yakni Metalcore silih berganti menghajar habis kuping sekitar 500 an metalhead Jogja.

Even ultah yang baru kali pertama terlaksana sejak 15 tahun belakangan ini, terealisasi karena militansi dari para anggota JCG yang ngerasa terpanggil buat kembali ngebumiin scene metal di tanah Jogja. Emang sih JCG udah sering ngadain even Ekstrem Metal, bahkan mereka punya even legendaris yakni Jogja Brebek.

“Tapi kalo Metal Sak Modare khan punya arti istimewa. Karena diagendain pas ultah JCG, dan ke depannya kita upayain even ini jadi agenda rutin tiap taun,” jelas Sastrawan salah satu aktivis lawas JCG.

JCG merupakan wadah ngumpulnya para metalhead Jogjakarta yang setaun ini pengen eksis kembali. “JCG berawal pada pertengahan taun 1994 silam, dan selama kiprahnya juga sempet tidur pulas ampir sepuluh taun. Dan sejak tengahan tahun lalu bangun lagi,” ujar Sastrawan yang juga vokalis band Devoured.
Padahal dari JCG inilah, Jogja punya band-band ekstrem metal kenamaan, macem Death Vomit, Drosophila, Mystis, Nosferatu, Venomed de el el. Bahkan di “Metal Sak Modare” kemaren, Death Vomit turut manasin suasana dengan unjuk gigi di penghujung acara.

Band-band lawas JCG ampe sekarang banyak yang masih bertahan dengan konsep bermusik masing-masing. Tapi ada juga pendatang-pendatang baru yang bener-bener fresh. Dan tentunya nggak sedikit yang mutusin untuk bubar.
Pada dasarnya, eksistensi komunitas dan scene musik ekstrem metal ini nggak bisa cuma ngandalin militansi para anggotanya aja.
Apalagi scene ini merupakan scene Under Ground dan bergerak secara indie, maka cukup susah buat ngebentuk ato ngelakuin proses regenerasi dan terus eksis tanpa support dari pihak-pihak di luar mereka.

“Scene Metal ato Under Ground adalah scene yang bener-bener Indie dari segala aspek, so kami juga termasuk kaum minoritas apalagi dibanding ama scene ato komunitas yang laen. Maka kami butuh dukungan dari media massa terutama media lokal,” tegas salah satu dedengkot JCG, Krisna yang didapuk sebagai MC. So selamat ultah buat JCG. (why)

di unduh dari
http://www.radarjogja.co.id/remaja-jogja/indikasi/6739-metal-ampe-mampus.html


santet

Band: Santet
Genre: Black Metal
Country: Indonesia
Track list:
01 Spiritual Grave Domain Download
02 Prasati Pendosa Download
03 Singgasana Kabut Darah Download
04 Kultus Sihir Download
05 My Name Is Santet Download
06 Roh Roworhontek Download
07 Belis Berholo Jiwo Download
08 Hallowed Be The Name Download
09 Summer Dying Fast Download
10 Dawn Of Eternity Download

bandung metal berduka

Tanggal 09 februari 2008 adalah hari kelabu buat kita para scene underground di kota Bandung, bahkan Indonesia. Kita sebagai orang-orang yang terkait di dalamnya, sepantasnya untuk turut berduka cita atas insiden yang sebenarnya tidak kita inginkan. Mereka adalah teman , sahabat bahkan saudara kita, yang memang wajib kita hormati. Marilah kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban sabtu kelabu.

Buat kalian teman-teman yang merasa peduli atas meninggalnya teman, saudara, sahabat kita, kalian bisa datang ke AACC untuk berduka, berdoa, tabur bunga atau apapun sebagai tanda kalau kita semua peduli atas insiden sabtu kelabu. Kita jadikan ini adalah sebuah pengalaman, pelajaran yang sangat berharga untuk ke depannya, agar bisa lebih berhati-hati, tertib dan prihatin. Marilah kita sama-sama menjaga nama baik sceen underground, kalau kita itu tidak seburuk yang di tuduhkan media, aparat, ataupun lainnya (penyelenggara memberikan minuman keras terhadap setiap penonton yang hadir) terhadap kita para pecinta musik underground.

Marilah kita berdiri bersama untuk meluruskan masalah ini. Ini mutlak adalah sebuah musibah. Novi, Dicky , Tian , Yusuf , Agung , Dodi , Ahmad Wahyu , Yudi , Novan , Ahmad fuqon. Goodbye.. God blast you all guys , we love you all. Kita selalu berdoa untuk kalian, karna kalian adalah bagian dari kami. Semoga kalian tenang di sisi yang maha kuasa. Semoga keluarga besar korban tabah dalam menghadapi cobaan yang berat ini. - BESIDE -


GONDHO MAYIT yang berarti bau mayat, dimana maksud sebenarnya bahwa setiap kehidupan yang tercipta telah dinaungi oleh kematian (berbau mayat). Jadi Gongho Mayit mengingatkan akan adanya kematian yang kelak akan kita hadapi.

Gondho Mayit terbentuk akhir Desember 1996, namun ada juga sumber lain yang menyatakan bahwa band ini berdiri pada awal November 1997. Dengan formasi awal, Anton (Scream/Guitar), Heppy (Bass.Growler), Tony (Keyboard) dan Edy (Drums). Kemudian pada tahun 2000 Wawan masuk mengisi pada posisi Guitar dan Widi pada posisi Growl Vocal. Pada saat itu juga Edi vakum untuk beberapa saat dan digantikan oleh Nur. Gondho Mayit juga dibantu oleh beberapa additional player yaitu: Ester, Rika, Ningtyas (female vocal), Soleh (Rhytm), Gunawan (Guitar), Agus, Himawan (Bass), Nonok (Vocal). Karena Wawan dan Nur kurang aktif lagi, maka formasi Gondho Mayit sekarang berubah menjadi :
Anton (guitar)
Happy (bass, vocal, flute, viola)
Toni (keyboards, piano)
Edi (drums).

Gondho Mayit memainkan style musik Black-Gothic-Doom Metal, yang terinfluence Dismal Euphony, Tristania, Theatre of Tragedy, Dimmu Borgir, Within Temptation, Agathodaimon hingga Naghfar. Gondhomayit sempat melalui beberapa perjalanan yang mengalami bongkar pasang formasi hingga band ini teken kontrak dengan label asal Sidoarjo, Die Records untuk melepas debut album pertama " The Shocker " yang akhirnya dirilis kembali oleh New Wave Sound Production ( Jabar ).

Lihat info lengkapnya di: http://www.gondhomayit.da.ru/